News Detail

TEROBOSAN POKJA AMPL NTT UNTUK PENCEGAHAN DAN PENANGANAN COVID 19

bappelitbangda.nttprov.go.id - Penyebaran Virus Covid-19 yang terus terjadi di dunia termasuk di Indonesia dan saat ini yang merambah hampir semua provinsi dan kabupaten/kota Indonesia terus meningkat, sejalan dengan itu maka perhatian pemerintah pusat serta daerah menjadi hal serius yang tidak bisa diremehkan. Sejak bulan Maret 2020 hingga bulan september 2020 terus berkembang. Langkah-langkah yang ditempuh oleh pemprov NTT, Selain meningkatkan upaya pencegahan penyebaran virus covid-19, Pemerintah Provinsi NTT juga tetap memperhatikan masalah kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang menyebabkan angka kematian yang cukup tinggi. 

 

Dalam Webinar Strategi Kolaboratif dan Peran Lintas Sektor Pencegahan dan Pengendalian DBD Di masa Pandemi Covid 19 di Provinsi NTT yang dilaksanakan di Ruang Rapat Gubernur, pada Senin 21 September 2020, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama Wakil Gubernur, Josef Nae Soi (JNS) meminta semua jajaran mulai dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten hingga Masyarakat untuk memperhatikan masalah kebersihan lingkungan dan juga edukasi mengenai pencegahan penyakit demam berdarah.

 

Menurut para ahli yang tergabung dalam Tim peneliti matematika epidemiologi dari Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi ITB (PPMS ITB), Penyebaran virus ini di Indonesia diperkirakan akan terus menyebar dan meluas bahkan sampai ke daerah-daerah dengan jumlah mencapai ribuan bahkan jutaan jika tidak ditangani secara serius oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

 

Kondisi dan pola penanganan wabah secara nasional hingga saat ini terus dilakukan termasuk daerah-daerah di NTT dimana perlakuan New Normal diberlakukan cukup ketat. Dukungan Mitra Pemerintah lembaga internasional USAID melalui UNICEF serta terobosan Pokja Air Minum dan penyehatan Lingkungan (AMPL) NTT dalam percepatan penanggulangan penyebaran Covid 19 di NTT yang dilaksanakan secara langsung dilapangan yaitu melalui pengurus perhimpunan ahli kesehatan lingkungan Indonesia (HAKLI) dinas kesehatan NTT sebagai mitra Unicef, telah melakukan dukungan kepada pemerintah daerah sebatgai tindakan preventif yang bersinggungan dengan lembaga publik daerah dan dukungan penyediaan sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), yang meliputi tempat-tempat umum bagi masyarakat, sebagai langkah pencegahan dan penanganan Covid 19 di daerah.

 

Selaku ketua Pengda HAKLI NTT Jhon Takesan mengatakan, dalam mendukung instruksi pemerintah provinsi NTT, Unicef NTT bersama HAKLI sebagai mitra,  telah dilakukan pemasangan penyediaan sarana  berupa peyediaan tempat penampungan air, sabun, masker dan hand sanitzer, yang langsung terpasang di kantor pemerintah provinsi, tempat umum lainnya yaitu di pasar, gereja, mesjid, Pura serta di beberapa daerah pertokoan. Aksi nyata lainnya yang dilakukan HAKLI NTT yaitu melakukan desinfeksi pada kantor-kantor pemerintah serta sarana tempat umum lainnya dengan Desinfektan (desinfektan merupakan bahan kimia untuk membunuh mikroorganisme pada benda mati). Selain itu menurut Jhon, dukungan sama lainnya dari Unicef NTT melalui mitra telah dilakukan untuk kota Kupang dan kabupaten Sikka, sedangkan dukungan untuk kabupaten lainnya untuk pencegahan penyebaran covid 19 di wilayah NTT, secara teknis belum kami lakukan.

Terobosan lainnya dalam mendukung upaya untuk pencegahan penyebarluasan covid 19 di daerah saat ini Pengda HAKLI NTT selaku mitra Unicef, bersama tim terpadu yang sudah berjalan sejak, 28/9/ 2020 yaitu,  melakukan Choaching Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Tingkat Provinsi NTT, dengan perangkat yang ada di daerah, mulai jajaran Pemerintah Provinsi. Kegiatan ini menurut Jhon Takesan adalah,memastikan dirumah-rumah, kantor,tempat ibadah, sekolah-sekolah, pasar dan lain sebagainya memiliki sarana CTPS yang memadai maupun langkah-langkah untuk di lakukan Desinfeksi pada berbagai sarana publik yang ada, termasuk menjaga kebersihan di rumah tangga masing-masing warga masyarakat, serta adaptasi kebiasaan baru dengan WASH (air,sanitasi, dan Hygiene). Harapan lainnya juga disampaikan Jhon yaitu, Unicef maupun mitra pemerintah lainnya yang ada di NTT dapat melakukan dukungan terobosan lanjutan hingga Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan sampai dengan perangkat Desa. Tidak terkecuali juga dengan para tokoh agama,tokoh masyarakat, akademisi di kampus, untuk menyampaikan narasi yang sama tentang strategi pencegahan secara satu arah.

 

 

Prinsip pelaksanaan choaching pencegahan covid 19 bersama Tim terpadu saat ini yang sedang dan sudah dilaksanakan kegiatannya (panti Lansia budi Agung-UPT Kesos Dinas Sosial provinsi,UPTD latihan kerja-Nakertrans provinsi NTT), akan mendatangi lembaga untuk melakukan Konsolidasi. Harapannya Pimpinan lembaga di tingkat Provinsi bisa berkoordinasi dengan anggota mereka yang ada di seluruh NTT dan menetukan jadwal Virtual Meeting Bersama. Pada Saat Virtual meeting tersebut Tim Provinsi akan menjadi Narasumber untuk menyampaikan materi terkait dengan Tata Cara Pencegahan Covid-19 dari Sektor Air dan Sanitasi.

 

Pewarta : (Edy latu, Jhon Takesan, Nyoman Saniambara Tim).

Sumber : http://bappelitbangda.nttprov.go.id/


Related News